Kisah Hikmah Persahabatan

12:30


Kisah Hikmah Persahabatan Kata "sahabat" berasal dari bahasa Arab yaitu shohabah (ash-shohaabah) yang pada mulanya merujuk pada sahabat Nabi. Hikmah Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.

Istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan kasih sayang.

Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif.

Kisah Hikmah Persahabatan di bawah ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Berikut kisahnya.

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang paku di pagar.

Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, sehingga jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.

Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tibalah hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dipagar dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari, bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tibalah suatu hari dimana dia bisa menyampaikan kepada ayahnya, bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:
"Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar".

Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.

Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.

Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.

Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Sahabat termasuk perhiasan yang sangat langka.

Kawan-kawanmu dapat membuatmu tertawa dan memberimu semangat.

Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan.

Mereka dapat menunjang, mendukung dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman-temanmu, betapa kau menyukai mereka, kepada sahabat-sahabatmu betapa kau menyayangi mereka.